Kerinduanku kepada Masjidil Aqsho

Kerinduanku kepada  Masjidil Aqsho

Bahagia rasanya bisa sholat subuh di masjid Al Aqsa, masjid yg disebut dalam Al Qur’an surat Al Israa (17:1) :  Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilin  gnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Berjalan pada pagi subuh dingin yg gelap dari hotel menyusuri jalan dan suasana di dalam benteng Komplek Kota Tua Al Aqsa sangat kontras dgn wilayah Kota lainnya, kt seperti berada di jaman pertengahan, berjalan menyusuri labirin benteng dan jalan setapak kuno yg kokoh yg memiliki penerangan terbatas, kontur jalan berbahan batu yg berundak naik turun dan kadang menyempit, membuat kita harus berhati-hati melangkah, dan sekitar 5 menit sampailah ke pintu halaman Masjidil Aqsa yg terbuat dr kayu berwarna hijau.

Sebelumnya kita berjumpa dgn Pasukan kecil tentara Israel menggunakan seragam lapangan dg baret gelap, dilengkapi rompi anti peluru berwarna gelap, tongkat panjang hitam panjang diikat di tas ransel belakang, yg gagangnya memanjang sampai ke atas bahu, sepasang  pistol dan pisau disarungkan di pinggang, alat komunikasi personel modern, berikut senapan otomatis laras pendek yg diselempangkan di depan dada dg moncong senjata diarahkan ke bawah. Mereka bergantian mengamati dg seksama ke arah kerumunan jamaah yang akan melaksanakan Sholat Subuh.
Nunduk aja dah kitanyaaahhh🙈

Melanjutkan langkah kaki sekitar 100 meter dari pintu masuk, kt melewati Dome of The Rock dan terus berjalan melewati sisi kana/ sisi kirinya dan turun menuju teras Masjid Al Aqsa berkubah hitam. Sambil berjalan, dari kejauhan terlihat seluruh pintu masjid sudah terbuka lebar, terlihat dg jelas tiang2 besar di dalam masjid, dan lampu2 besar yg menyala dg terang, serta karpet tebal berwarna merah motif shaf putih yg sudah disiapkan utk melaksanakan kegiatan Sholat Subuh berjamaah.

Kondisi di dalam masjid dg bentuk persegi panjang ini cukup luas dan terawat dg baik, besarnya tidak seluas dan se-modern masjid Nabawi, pintu masuk utama masjid difungsikan utk jamaah laki2, dan pintu khusus jamaah perempuan berada di sebelah kanan.

Struktur bangunannya bergaya klasik dg ukiran2 jaman medieval dg kombinasi warna yg serasi dan pilar2 besar kokoh penopang atap kubah masjid yg sudah tegak selama ribuan tahun.

Suasana magis dan perasaan haru muncul selama beribadah Sholat Subuh di dlm Masjidil Aqso ini, rasa syukur dan doa dipanjatkan kehadirat Allah SWT dan sholawat kpd Rasululah SAW, karena di tanah yg diberkahi inilah, tanah yg disucikan oleh 3 agama samawi, Islam, Kristen dan Yahudi dg segala kisahnya, Nabi Muhammad SAW pernah menuju Sidratul muntaha di langit ke tujuh utk berjumpa dg Allah SWT, Sang Penguasa Alam Semesta dan Segala Isinya, untuk menerima perintah sholat lima waktu. Subhanallah

Setelah Sholat subuh di Masjid Al Aqsa, breakfast in National Hotel Jerusalem, nyum2 enaknya. Alhamdulillah

Kerinduanku kepada  Masjidil Aqsho
IVOLOLA ARLISYA
Jama’ah Umroh Plus Aqsho
Keberangkatan 25 Januari 2017

 

Kondisi yg sebenarnya di Jerussalem

Kerinduanku kepada Masjidil Aqsho