Follow Satriani Wisata!
Travel ke Masjidil Aqsa pertama adalah Satriani Wisata yang sudah mengunjungi Al aqsa sejak tahun 1994 tepatnya satu tahun setelah Perjanjian Oslo atau Perjajian Damai. Hal ini tedokumentasikan kedalam sebuah foto dan laporan perjalanan yang disimpan rapih dalam arsip travel

Pada tahun 1994 Satriani Wisata memberangkatkan grup pertama untuk berjelajah bumi syam. Dalam kegiatan tersebut grup mengunjungi negara-negara yang memiliki nilai sejarah isalam yang tinggi. Seperti yang kita ketahui bahwa bumi syam bukan hanya sekedar Saudi Arabia saja, namun beberapa negara lain seperti Jordania, Lebanon, Syiria, Palestina dan pesisir Anatolia. Dalam perjalanan tersebut di tambahkan beberapa program seperti ke turki dan Mesir.
Tahun 2012 pimpinan travel, Drs. H. edy Hamdi SA mendapatkan amanat dari imam besar aqsa yang sudah menjadi rekan lama untuk mengajak warga indonesia untuk ikut memakmurkan Al Quds. Atas dasar hak tersebut beliau bersama rekannya mendirikan Asosiasi Travel Partner Indonesia (FTPI) yang berisikan puluhan travel aktif. Salah satu tujuan berdirinya FTPI adalah wadah untuk Drs. H. Edy Hamdi untuk menuangkan ilmunya tentang pembuatan program ke Aqso dan alhamdulillah hingga saat ini sudah banyak travel dari indonesia yang melakukan perjalanan ke Masjidil Aqsa.

Sampai saat ini, Satriani Wisata masih rutin menjembatani para peziarah / jamaah yang ingin berkunjung ke Al aqsa dengan program program yang sangat bervariasi diantaranya adalah
1. Umroh Plus Aqsa Jordan
2. Tour Aqsa Jordan Mesir
3. Wisata Muslim Aqsa Jordan
4. Muslim Tour Aqsa Plus turki
Al Aqso, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, adalah salah satu situs tersuci dalam Islam. Sebagai kiblat pertama umat Islam dan bagian dari tiga masjid suci yang dianjurkan untuk dikunjungi (bersama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi), Masjidil Aqsa memiliki tempat istimewa dalam hati umat Muslim. Perjalanan pertama ke masjid ini menjadi momen bersejarah yang tidak hanya memperkaya iman, tetapi juga membuka cakrawala pemahaman spiritual dan historis.
Ziarah pertama ke Masjidil Aqsa yang paling monumental dan sakral dalam Islam adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
Dikisahkan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 1, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Yerusalem) dalam satu malam.
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya…” (QS. Al-Isra’: 1)
Dari Masjidil Aqsa, Rasulullah naik ke langit dan menerima perintah shalat lima waktu. Peristiwa ini menjadi dasar spiritual penting dalam Islam dan menjadikan Masjidil Aqsa sebagai saksi perjalanan langit pertama seorang manusia atas izin Allah SWT.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Masjidil Aqsa menjadi tujuan penting dalam ekspansi Islam. Masa Khalifah Umar bin Khattab (sekitar tahun 637 M), Yerusalem dibuka secara damai. Umar sendiri mengunjungi tempat tersebut dan mendirikan tempat shalat di area Baitul Maqdis yang kemudian berkembang menjadi kompleks Masjidil Aqsa.
Dalam sejarah modern Indonesia, Satriani Wisata adalah travel agent pertama yang membuka paket perjalanan ke Masjidil Aqsa sejak tahun 1994. Dipimpin oleh Edy Hamdi, ia menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya ziarah ke masjid suci ketiga ini.
Tahun 1996, Edy Hamdi berhasil memasuki kompleks Masjidil Aqsa, menjadi salah satu orang Indonesia pertama yang menyelenggarakan kunjungan resmi bersama rombongan dari Tanah Air.
Perjalanan ke Masjidil Aqsa bukanlah perjalanan yang mudah, terutama karena faktor geopolitik di wilayah Palestina dan Yerusalem. Namun, semangat keimanan dan kecintaan terhadap situs suci membuat jamaah Indonesia terus berusaha hadir untuk beribadah di sana, memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah global.
Berziarah ke Masjidil Aqsa bukan sekadar wisata religi. Ia adalah perjalanan jiwa, sejarah, dan iman. Menapaki jejak Rasulullah dan para sahabat di tanah suci itu mengingatkan kita akan pentingnya menjaga nilai-nilai tauhid, ukhuwah, dan perjuangan umat Islam.